1. Diabetes Tipe 1
Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel beta di pankreas yang bertanggung jawab memproduksi insulin.
Penyebab: Kerusakan sel beta pankreas oleh sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh hampir atau sama sekali tidak memproduksi insulin.
Siapa yang Terkena: Biasanya didiagnosis pada anak-anak, remaja, atau dewasa muda, meskipun bisa terjadi pada usia berapa pun.
Gejala: Sering muncul tiba-tiba dan parah, termasuk sering buang air kecil, haus berlebihan, berat badan turun drastis, dan kelelahan.
Penanganan: Wajib menggunakan terapi insulin seumur hidup karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri.
Sumber: Mayo Clinic, CDC (Centers for Disease Control and Prevention), Cleveland Clinic
2. Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah kondisi di mana tubuh tidak menggunakan insulin dengan baik (resistensi insulin) atau tidak memproduksi insulin yang cukup. Ini adalah jenis diabetes yang paling umum.
Penyebab: Resistensi insulin, di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan efektif, sering kali terkait dengan faktor gaya hidup seperti obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.
Siapa yang Terkena: Umumnya didiagnosis pada orang dewasa, meskipun kini juga ditemukan pada anak-anak dan remaja karena meningkatnya tingkat obesitas.
Gejala: Gejala seringkali berkembang perlahan dan bisa tidak terdeteksi selama bertahun-tahun. Gejalanya serupa dengan tipe 1, namun bisa lebih ringan.
Penanganan: Dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup (diet dan olahraga), obat-obatan oral, dan terkadang juga insulin.
Sumber: Halodoc, Siloam Hospitals, American Diabetes Association
3. Diabetes Gestasional
Diabetes gestasional adalah kondisi gula darah tinggi yang hanya terjadi selama masa kehamilan pada wanita yang sebelumnya tidak menderita diabetes.
Penyebab: Hormon kehamilan dapat menyebabkan resistensi insulin, sehingga tubuh ibu hamil kesulitan menggunakan insulin secara efektif.
Siapa yang Terkena: Hanya terjadi pada wanita hamil.
Gejala: Biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas dan didiagnosis melalui tes skrining rutin pada trimester kedua.
Penanganan: Dapat dikelola melalui diet sehat dan olahraga. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat atau insulin. Kondisi ini biasanya akan hilang setelah melahirkan, namun meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari bagi ibu dan anak.
Sumber: RS Premier Bintaro, Cleveland Clinic, American Diabetes Association