Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Mengenali gejala awal sangat krusial agar penderita dapat segera ditangani dan terhindar dari komplikasi serius seperti syok dengue (DSS) atau perdarahan berat. Berikut adalah 10 gejala awal DBD yang perlu Anda waspadai:
Demam adalah gejala pertama dan paling umum, seringkali mencapai suhu 39–40°C secara tiba-tiba dan sulit turun meskipun sudah diberikan obat penurun panas biasa. Pola demam bisa bifasik (dua puncak).
Penderita sering merasakan nyeri tumpul atau tajam di belakang mata, terutama saat menggerakkan bola mata atau bahkan dalam posisi diam. Nyeri ini disebabkan oleh peradangan pada saraf optik.
Sakit kepala yang parah, biasanya dirasakan di bagian dahi atau pelipis, merupakan gejala umum lainnya. Sakit kepala ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
DBD sering disebut "breakbone fever" karena rasa nyeri yang hebat pada otot, tulang, dan sendi. Nyeri ini bisa terasa seperti tulang akan patah dan sangat melemahkan.
Gejala pencernaan seperti mual dan muntah sering muncul tanpa sebab yang jelas. Muntah yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi, yang memperburuk kondisi pasien DBD.
Pasien DBD akan merasa sangat lelah dan lemah, bahkan setelah cukup istirahat. Kelelahan ini bisa berlangsung selama beberapa minggu setelah demam mereda.
Ruam kulit (rash) biasanya muncul pada hari ke-3 hingga ke-5 demam. Ruam ini bisa berupa bintik-bintik merah kecil (petekie) atau bercak kemerahan yang lebih besar, seringkali dimulai di dada dan lengan, dan bisa mirip campak.
Tanda-tanda pendarahan ringan bisa muncul, seperti mimisan (epistaksis), gusi berdarah, atau munculnya memar tanpa sebab jelas. Ini terjadi karena penurunan jumlah trombosit yang merupakan ciri khas DBD.
Beberapa pasien mungkin mengalami nyeri perut, terutama di bagian ulu hati, atau rasa tidak nyaman di perut. Ini bisa disertai dengan diare ringan.
Pasien seringkali mengalami penurunan nafsu makan yang signifikan, diikuti dengan rasa pahit di mulut atau tidak berselera makan sama sekali. Hal ini dapat memperburuk kondisi tubuh yang sudah lemah.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami beberapa dari gejala di atas, jangan menunggu hingga kondisi memburuk. Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat (puskesmas, klinik, atau rumah sakit) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan melakukan diagnosis melalui uji darah, seperti pemeriksaan NS1 antigen (untuk deteksi dini pada hari ke-1 hingga ke-5), IgM/IgG (untuk deteksi antibodi mulai hari ke-5), atau pemeriksaan jumlah trombosit. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah fase kritis DBD yang dapat berujung pada komplikasi serius seperti syok dengue.